UMKM Entrepreneurs Dian Anggara Cassava Chips Go Into OK OCE Mart Owned Sandiaga Uno

Dok.Entrepreneurs chandra ekajaya

Cassava chips are snacks that an awful lot of interest of the community, with a taste that varies makes its own more value for fans of snacks. Micro small medium belongs to Dian Anggara produces different cassava chips. Variants with cheese, BBQ, and original, extra Spicy this entry started getting into OKOCE Mart belongs to the Governor of DKI Jakarta Sandiaga Uno. He said if this is a new step to becoming an entrepreneurs, where Chips are sold in stalls stalls, the market has now entered a modern minimarket. He added are indeed products that go into OKOCE Mart, the chips become brands make OK OCE. This does not dispute the UMKM entrepreneurs brands, most importantly he’s got the advantage.

Anies-couples this password in campaigning is indeed often recommends OK OCE, yes it stands for One Sub One Center of Entrepreneurship. So OK OCE was a container for SMALL MEDIUM ENTERPRISES business person like?. New walk a few days OK OCE chips have already seen progress. May be a point up from SMALL MEDIUM ENTERPRISES trade more. Dok.Entrepreneurs chandra ekajayaMinimarket OKOCE Mart also recently unveiled by Sandiaga Uno not long ago. Although his chips already entered markets are also still Dian stok to the small stalls and stalls of the market was certainly with different prices. In small stalls and stalls of the market Chips for sale at a price of 8 thousand dollars, whereas if you already entered minimart he gave the price of 10 thousand dollars. He didn’t want to seem expensive, because he feared would turn off the selling value of the chips.

UMKM Entrepreneurs Dian Anggara said the chips with a product can enter a mini market, he can be more quiet waiting for the result, whether its products will be able to compete with the product manufacturer or not. He said the entry of products the chips to the mini market will also be introduced to the public many of its existence as a businessman going to SMALL MEDIUM ENTERPRISES that need to be taken care of. Be patient is key for him run this small business, although a new entry to the OKOCE Mart owned Sandiaga Uno he believes its products can compete with the products of the factory.

Chandra Ekajaya Jual Makanan Vegetarian

Pengusaha Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya pandai dalam melihat dan memanfaatkan peluang serta kesempatan bisnis yang ada. Saat ini ia sedang menjual berbagai macam produk vegetarian. Salah satu produk yang paling laris adalah kue sehat. Bagi para vegan, sebutan untuk orang yang melakoni pola makan vegetarian, produk kue vegetarian ini sangat sehat dan lezat. Ide ini terpikirkan setelah banyak teman-temannya yang telah mengambil prinsip vegan tidak mau memakan roti atau lebih tepatnya menghindari camilan tersebut karena biasanya masih ada unsur daging atau minyak yang berasal dari hewan.

Maka dari itu Chandra Ekajaya mempunyai ide untuk membuat kue dengan bahan-bahan pilihan, seperti menggunakan terigu tanpa campuran. Sehingga benar-benar berasal dari tanaman. Lalu ada juga kacang dan keju yang menjadi bahan pelengkap rasa. Sayur mayur sudah tentu merupakan bahan wajib yang harus disertakan dalam resep kue ini. Sayurannya pun tidak sembarang sayuran, melainkan sayuran pilihan seperti brokoli, seledri, bayam, wortel, dan sebagainya.

Pengusaha Makanan Vegetarian Chandra Ekajaya

Bentuk kue yang diproduksi oleh Chandra Ekajaya pun sangat indah dan unik. Paling murah, kuenya ada yang berbentuk bulat, lonjong, pipih, serta ada yang tipis dan tebal. Serutan kacang dan keju yang sudah dikeringkan juga ditaburkan di tas kue-kue tersebut. Selain menyehatkan, jelas saja kue dan roti ini akan membuat lidah orang yang menikmatinya menari kelezatan.

Dalam setiap tahunnya, pengusaha Chandra Ekajaya bisa menciptakan 5-6 varian kue baru. Hal ini sangat diperlukan dalam industri rumah tangga atau sekelas menengah ke atas. Sebab, menjaga kestabilan pelanggan dan konsumen sangat susah. Maka dari itu, pebisnis harus selalu kreatif dan inovatif, supaya konsumen selalu penasaran dengan produk-produknya. Kini ia sedang berusaha menciptakan varian makanan yang sekaligus bisa menjadi obat bagi beberapa penyakit. Entah nantinya akan digolongkan sebagai obat atau kuliner, itu yang memutuskan adalah pihak BPOM. Sebagai pebisnis dan pengusaha dia hanya memproduksi makanan, khususnya kue dan roti yang tidak menggunakan unsur hewan. Dia hanya ingin memberikan yang terbaik bagi para vegetarian.

Pengusaha Kreatif Bisnis Aksesoris Kalung Jadi Andalan Kesuksesannya

Dok.Kalung Chandra Ekajaya

Natasya aini perempuan asal Malang, Jawa Timur ini mengkreasikan idenya untuk mendapatkan keuntungan yang berupa uang. Dia berbisnis aksesoris untuk perempuan yang menjadi andalannya yaitu kalung dan gelang, dia pandai sekali mengkreasikan ilmu kerajinan tangan yang dia dapatkan saat waktu SMA. Hanya dengan memoderenkan produknya dia berhasil meraup untung yang sangat memuaskan. Ide itu muncul saat ada salah satu artis yang menjalankan bisnis tersebut dan sukses. Dia sebenarnya hanya meniru, tapi dengan kualitas yang sama dan harga yang terjangkau. Kalung kreasinya banyak tersebar di daerah daerah wisata Indonesia sebagai oleh oleh. Kalung miliknya sebagai aksesoris yang bisa digunakan oleh perempuan hijab maupun tidak.

Banyak orderan sering dia kerjakan, seringnya memang orang memesan banyak. 100 kalung bisa dia kerjakan cukup dengan 1 hari. Harga kalung yang harganya 15 ribu per biji, kalau orang membeli banyak dia menghargai 13 ribu perbiji, jadi mereka bisa menjualnya kembali dengan harga yang tidak terlalu mahal. Dalam sebulan dia bisa meraup omzet 30 juta rupiah untuk produk kalung dan gelang. Aksesoris memang sebagai pritilan fashion yang bisa membuat cantik maksimal bagi seorang perempuan. Aksesoris yang tidak ndeso saat ini memang banyak di cari para remaja wanita masa kini. Dok.Kalung Chandra Ekajaya

Tidak bisa dipungkiri berbisnis fashion walaupun hanya aksesorisnya bisa mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Seperti halnya pengusaha Fashion You and Me milik Chandra ekajaya yang bisa sampai mendunia.  Berbagai cara dia kerjakan agar produknya bisa bertambah maju. Dengan cara endorsement sudah dia kerjakan, give away juga sudah dia kerjakan. Mahasiswa pendidikan biologi ini menjalankan bisnis ini sudah hampir 3 tahun, kesuksesannya terlihat dengan tabungannya untuk S2 dan sering berlibur ke Korea diamana dia sangat ngefans dengan Lee Min-Ho dan segala macam budaya korea tersebut. Segala impiannya tercapai sebagai pengusaha yang sukses, pendapatannya pun bertambah dengan dia saat ini menjalani sebagai Vlogger sosial media Youtube yang subscribenya sudah hampir 100 ribu ini.

Limbah Ban Menjadi Aset Bisnis Menguntungkan Yang BerOmset Puluhan Juta

Dok.Limbah ban chandra ekajaya

Indonesia negara yang masih dicap sebagai Negara berkembang, Memang!! Negara indah yang penuh lakaliku, cerai berai, adu domba, oke mari kita tinggalkan dan lupakan itu semua. Namun Negara ini penuh orang orang yang kreatif, penuh tantangan, pantang menyerah, sosok ini ada pada pemuda berumur 25 tahun Iyananto. Pemuda kelahiran Surabaya ini menjadi seorang pengusaha Limbah Ban. Bisnis yang memanfaatkan limbah ban yang sudah tidak terpakai, bisnis yang kelihatannya sepele tapi dibalik itu semua ada asset yang tinggi. Bayangkan di Negara Indonesia banyak selaki kendaraan bermotor, motor, mobil dan lain sebagainya. limbah ban biasanya dipakai untuk vulkanisir tetapi ada juga ban yang sudah tidak layak untuk di vulkanisir.

Dok.Limbah ban chandra ekajayaLimbah ban yang sudah tidak bisa di vulkanisir ini yang dimanfaatkan oleh Iyung sapaan akrab Iyananto, dia memanfaatkan pinggiran ban kemudian dihaluskan dengan mesin pencacah dan jadilah serbuk ban, bisnisnya lancar karena limbah ban sangat mudah ditemukan, contohnya di toko yang menjual ban, tambal ban, dan perusahaan transportasi, dan sebagainya. setelah limbah ban di haluskan menjadi serbuk ada nilai jual tinggi dibalik semua itu. Berkisar harga antara 5000 sampai 6000 ribu rupiah perkilo gram.  Harga tersebut dilihat dari tingkat kehalusan serbuk ban gilingan. Pasar untuk menjual serbuk ban tersebut tidak main main, industri besar adalah pasarnya. Industry sepatu yang membuat alas karet sepatunya menggunakan serbuk ini, pembuat karpet agar karpetnya tidak licin alasnya dikasih serbuk karet ini. Pengelola lapangan futsal agar lapangan menggunakan rumput sintetis maka dikasih serbuk ban ini agar para pemain tidak terpeleset.

Iyung biasanya bisa mengumpulkan sampai 30 ton serbuk karet, sebuk karet ini banyak dicari karena karet murni sangatlah mahal harganya bisa berharga 35 ribu rupiah per kilonya. produk Limbah  ban ini menjadi alternative bagi industry yang membutuhkan bahan baku serbuk karet untuk produksinya. Meningkatnya harga karet murni menjadikan bisnis serbuk karet dari limbah ban semakin diminati. Omzet iyung bisa meraup omzet 30 juta rupiah setiap bulannya. Dengan kerja kerasnya dia mendapatkan apa yang dia impikan selama ini.

Jiwandhono Bangun Usaha Pizza Dengan Modal Kecil Tapi Kini Melejit dan Berhasil Mempunyai Dua Gerai

Pizza Jiwandhono

Setiap pengusaha pasti berpikiran bahwa memulai bisnis haruslah dimulai dengan modal yang besar. Nah, statement tersebut merupakan salah besar karena bisnis tak harus dimulai dengan modal besar. Tentu Anda kaget, bukan? Lihat pebisnis satu ini yang bernama Jiwandhono yang akrab disebut dengan Yoyok ini membuktikan bahwa dengan modal kecil justru mengantarkannya menjadi seorang pebisnis yang kini dikenal sebagai pengusaha pizza sukses.

Dengan nama brand Hompizz, perusahaan kuliner ini dibangun oleh pasangan suami istri yaitu Jiwandhono (Yoyok) dan Ramadhanty ST (Inggrid), dua pemiliki perusahaan ini kini telah sukses dengan bisnis tersebut. Sepasang suami istri tersebut awalnya adalah seorang karyawan dari sebuah perusahaan namun karena dirasa waktu untuk keluarga yang terbatas, membuatnya untuk berinisiatif untuk membuka usaha pizzanya sendiri. Di usia yang meman masih sangat muda, Hompizz kini berkembang menjadi salah satu perusahaan kuliner yang sangat berkembang.

Jiwandhono Pizza

Awalnya Jiwandhono mengaku bahwa istrinya berhenti dari kerja dan mulai membuka usaha pizza di rumahnya. Dengan modal yang sangat kecil yaitu Rp 250 ribu dengan satu pegawai untuk mengantarkan pesanana, disitulah usaha tersebut dimulai membuat cerita. Selepas membuka usaha kuliner tersebut sepasang suami istri tersebut akhirnya memiliki modal yang cukup besar dan membuatnya mengembangkan bisnis tersebut menjadi salah satu warung pizza paling dipercaya oleh para konsumen. Selepas membuka peluang usaha pizza ala rumahan yan dimasak dan diolah sendiri selama berbulan-bulan, akhirnya sepasang suami istri ini pun kini kebanjiran produknya.

Hompizz milik Jiwandhono pertama yang mereka buka ini pun dibuka di Jalan Mayor Santoso No. 976. Ya, pizza memang sedang menjadi buah bibir dan dijadikan sebagai produk andalan bisnis kuliner hari ini. Beberapa memang kita ketahui para pengusaha pizza yang terkenal seperti Carney Brothers yang membuka Pizza dan kini telah membuka gerainya di seluruh dunia. Disamping itu pula ada Chandra Ekajaya yang dikenal sebagai pengusaha pizza dengan nama Q Pizza yang kini menjadi salah satu role model untuk pengusaha pizza sukses paling berpengaruh di Indonesia. Masihkah Anda hanya berpikir dan berteori tentang bisnis kuliner? Tentu tidak bukan? Maka jangan sekadar omong dan berteori sekarang saatnya lakukan bukti nyata untuk melakoni kegiatan bisnis. Tabik!

Nizam Zuhdi Meraup Untung dari Situs Bukalapak

Bukalapak Situs Nizam Zuhdi

Keterbatasan komunikasi karena menyandang tuna rungu  sejak lahir tidak membuat Nizam Zuhdi patah semangat dalam menggapai kesuksesan. Dengan semangat pantang menyerahnya, pria itu kini menjadi salah satu pemilik toko mainan besar yang mempunyai pelanggan dari dalam dan luar negeri . Berbagai rintangan dilalui mulai dari berkomunikasi dengan pembeli hingga sampai tertipu berkali-kali.

Nizam Zuhdi dulunya menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa di Malang dan harus jauh dari keluarganya di Tulungagung.  Saat itulah ia tertarik dengan Gundam, yaitu mainan yang terinspirasi dari sebuah film anime Jepang. “Saya membeli Gundam pertama menggunakan uang tabungan saya karena harganya cukup mahal,” kata Nizam dibantu adiknya, Sabtu (17/12/2016). Hobi merakit Gundam itu berlanjut sampai ia duduk di bangku kuliah di Jurusan Teknik Informatika di salah satu universitas swasta di Malang.

Nizam Zuhdi Situs Bukalapak

Di sana ia mengenal berbagai hal soal internet dan mulailah timbul tekat menjual Gundam via online. “Mulai sekitar tahun 2005, dulu lewat situs berbagai macam situs jual beli dan sosial media,” ujarnya. Namun tidak semudah yang dibayangkan ketika Nizam Zhudi memulai usahanya. Ia berusaha mencari pinjaman uang ke orang tuanya tapi kala itu belum direstui karena khawatir ia akan ditipu. Tapi Nizam memiliki tekat kuat, ia mulai menawarkan Gundam yang bahkan ia sendiri tidak memiliki stoknya.

“Dulu itu orang pesennya apa, pre order dulu terus saya carikan ke kota-kota lain yang jual. Seperti dropship juga,” ujarnya. Lagi-lagi ternyata langkahnya tidak mulus, ia kerap menerima komplain dari pelanggan yang marah-marah. Hal itu karena komunikasi lewat chatting atau SMS yang berujung kesalahpahaman. Kini Nizam tidak lagi harus menyambut sendiri pelanggan yang datang ke rumahnya karena sudah mampu mempekerjakan 6 orang pegawai untuk berkomunikasi dan melayani pelanggannya.

Trafic penjualannya mulai naik secara drastis ketika beberapa tahun terkahir ini, yaitu ketika sebuah situs yang bernama bukalapak.com dirilis oleh Ahmad Zacky selaku owner bukalapak. Dari situs ini Nizam Zhudi mulai banyak mendapatkan pelanggan. Apalagi ketika saat ini yaitu, program yang memajukan para pelapak melalui pahlawan lapak yang disediakan oleh bukalapak.

Little Shop Big Profit-Hundreds Of Millions Because Doing Business Online Shop

Dok.Business ChandraEkajaya

Vigro Shop into one of the best sellers in the largest Online store in Indonesia. Vigro Shop run a business by selling Accessories for the motor. The store has a high rating on the online store. The goods and the price is much different than the other cheaper makes it a choice. Vigro Shop previously only shops are only open a small ads in social media and newspaper advertising. It is only a slight effect conferring to his business, he sometimes opens his itinerant sale Jakarta which left him tired. Riki 31 years, he was the owner of Vigro Shop. Vigro Shop finally got enlightenment for online business and advertise the goods items that deal with the two-wheeled vehicle it is.

Riki tells the story of his first successful item she sell i.e. alarm motor. Not on the first day was not in the first month, but on the second month Vigro Shop started got orderan. 3 pieces of a successful motor alarm he was selling. From that point he advertises all of the products that he has. 2-5 pcs per day once he received. Sometimes a day did not receive the order. Gradually because of his tenacity and a great item he can one day received dozens, 100, 800, up to 1000 pcs every day.
Dok.Business ChandraEkajaya

The father of one child tells the story he assisted his wife in running a business online, but since his wife became pregnant, she was a do it yourself. Now Vigro Shop already has 10 employees, he is very proud of her hard work over the years. He could be an entrepreneur, being the boss, and have many employees. This time he already had a House and buy a car. The dream for the sake of his dream can be achieved due to being an entrepreneur. Riki famous people are resilient and very thorough, “said his wife. Reasonable just what he is doing is definitely tipped well and promoted bai to himself. Because they have joined Indonesia’s largest Online Shops belonging to entrepreneurs of Chandra Ekajaya Famous she feels very proud to be part of it. Being a successful entrepreneur in Indonesia.

Chandra Ekajaya Sumbang Inspirasi

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat ingin mengabdikan dirinya untuk nusa dan bangsa Indonesia. Ia mengabdi dengan mengembangkan minat berbisnisnya, supaya nantinya usahanya dapat tumbuh dan berkembang, sehingga ekspansi usahanya dapat membantu para pengangguran di negara ini untuk mendapatkan pekerjaan. Bisnis memang menjadi hasrat dan gairah dirinya. Bila merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha, maka kita akan teringat dengan pengusaha senior Bob Sadino dan Hary Tanoesoedibjo. Ia mulai terjun ke dunia bisnis saat melihat peluang dimana di daerah tempat tinggalnya sering banyak orang yang datang untuk menikmati makanan.

Akhirnya Chandra Ekajaya memilih untuk mendirikan rumah makan. Bila dihitung dari saat berdiri, rumah makan miliknya sudah eksis selama 13 tahun. Dari mempelajari model dagang rumah makan, maka ia belajar mengenai perhitungan biaya produksi, dan penjualan. Keuntungan dan kerugian dicatatnya dalam sebuah buku yang tertata rapi. Sehingga dengan pembukuan yang rapi maka akan jelas terlihat seberapa besar keuntungan ataupun kerugian yang didapat.

Dok.Chandra Ekajaya

Sebenarnya cita-cita pengusaha Chandra Ekajaya saat masih kecil adalah menjadi pegawai negeri sipil. Karena dengan menjadi aparatur negeri sipil, maka ia bisa menginspirasi banyak orang untuk semangat belajar, sehingga akan banyak bermunculan anak-anak pintar, cerdas, serta berbudi luhur. Tetapi ternyata jalan hidupnya tidak semulus yang diharapkan. Beberapa kali mendaftarkan diri menjadi aparatur sipil negara, dan ditolak merupakan pengalaman yang membuatnya sempat putus asa. Bahkan ia sudah menganggap hidupnya selama ini sia-sia, karena merasa pendidikan yang ditempuhnya hingga jenjang perguruan tinggi tak berguna. Tetapi ia salah, karena dengan bekal pendidikannya tersebut ia mampu melihat peluang dan kesempatan untuk mendirikan usaha. Bahkan bila dibandingkan dengan gaji aparatur sipil negara, maka pendapatannya lebih tinggi beberapa kali lipat.

Akhirnya banyak orang yang terinspirasi dan ingin menjadi seperti dirinya. Mereka ingin menjadi pengusaha atau pebisnis seperti dirinya. Tentu saja Chandra Ekajaya sangat berbangga hati karena cita-citanya dari kecil untuk menjadi orang yang berguna dan dapat menginspirasi masyarakat bisa tercapai dengan menjadi pengusaha.

Q Pizza Bisnis Renyah Kuliner Pizza Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya

Seorang pebisnis bernama Nolan Bushnell pernah berujar bahwa seorang pebisnis sejati harus mempunyai impian besar. Namun sebetulnya daripada hanya sekadar bermimpi, pengusaha sejati tersebut dibuktikan dengan cara besegera untuk bangkit dan mengambil tindakan. Dalam dunia bisnis, kerja keras menjadi salah satu tawaran yang sangat penting dilakukan agar Anda mampu meraih tujuan Anda. Bisnis seperti yang kita kenal tak hanya untung dan rugi. Namun, bisnis adalah usaha untuk mendapatkan sebuah tujuan dan cita-cita Anda mampu diperoleh dengan cara bijaksana. Ungkapan tersebut tepat diberikan kepada seorang pengusaha muda satu ini. Mengawali bisnis dari nol, kini ia dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Dialah Chandra Ekajaya, pebisnis muda yang sangat menginspirasi para masyarakat Indonesia untuk tidak gampang menyerah dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap usahanya.

Anak muda tersebut memang dikenal sebagai seorang tokoh sukses dalam dunia bisnis. Terbukti dengan salah satu brand kulinernya yang kini sangat populer di hati para konsumen menandakan bahwa pria kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut disebut-sebut sebagai next Bob Sadino. Hanya saja ia mengawalinya mulai dari nol dan lahir dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi. Ibunya yang merupakan buruh cuci dan ayahnya yang juga merupakan seorang buruh kebun apel tak menyurutkan langkahnya untuk berani memilih kesuksesan lewat jalur bisnis. Berbagai resiko yang selalu hadir dalam setiap usahanya pun selalu muncul di tengah perjalanan. Namun berkat kesabaran dan ketelatenannya, ia sukses menapaki jalan bisnis yang diimpikannya.

Baca Selengkapnya: Q Pizza Dapatkan Omzet Milyaran Rupiah

Berbeda dari anak-anak seumurannya, ketika kecil Chandra yang masih berusia 7 tahun sudah dididik untuk bekerja keras agar bisa terus sekolah. Ayah dan ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga pun dapat dikatakan sangat jarang mampu memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari biaya pendidikan hingga biaya bulanan yang selalu ditanggung oleh keluarga kecil tersebut. Pada akhirnya, bocah berusia 7 tahun tersebut harus mengorbankan dirinya untuk bekerja keras dengan menjadi seorang penata sayuran setiap menjelang pagi di pasar tradisional dekat rumahnya. Setiap jam 4 pagi ia telah bersiap untuk pergi ke pasar untuk menata barang dagangan ke lapak-lapak penjual. Setiap hari aktivitas tersebut tak pernah luput menjadi salah satu kewajibannya. Karena situasi dan tekanan yang memang menjadi masalahnya, ia pun rela untuk menjalani aktivitas tersebut setiap hari.

Tumbuh berkembang menjadi seorang remaja, semasa menjadi pelajar Sekolah Menengah Atas, ia pun pergi meninggalkan rumahnya untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja sebagai seorang petani apel milik pamannya. Pamannya yang dikenal baik hati dan tegas ini merupakan seorang guru sejati dalam perjalanan bisnisnya. Mulai dari menanam, menyuburkan tanah, hingga memanen menjadi tugasnya ketika berada di lahan perkebunan apel milik pamannya tersebut. Pada tahun kedua, ia pun menjadi seorang mandor untuk perkebunan apel pamannya karena kedisiplinan dan kerja kerasnya membuatnya dipercaya oleh pamannya. Selepas merampungkan diri di Sekolah Menengah Atas, ia pun berencana untuk melanjutkan studinya di bangku kuliah. Pada saat itu, Semarang menjadi kota tujuannya karena disana ia mendapatkan sosiokultur mirip dengan Jawa Timur. Kota industri tersebut menjadi proses pendewasaannya sehingga ia menjadi seorang pengusaha seperti sekarang.

Sesampainya di kota tersebut, semangat untuk meraih gelar sarjananya pun luntur karena kesibukan bisnisnya yang lumayan memberikan jam terbang yang cukup tinggi. Di kota tersebut ia mencukup hidupnya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki usaha sampingan berupa jajanan pasar. Dengan modal reseller, ia pun mengambil makanan tersebut kepada ibu-ibu rumah tangga yang membuat kue dan makanan kemudian ia distribusikan ke beberapa tempat yang potensial untuk meraih keuntungan yang besar.

Baca selengkapnya: berikut kisah pilu yang berakhir bahagia ketika chandra ekajaya sukseskan bisnis q pizza

Beberapa tempat perbelanjaan seperti minimarket, toko kelontong, hingga kantin kampus pun disambanginya untuk menngenalkan produk-produk jajanan pasar yang ia jual. Dari usaha tersebut, keuntungannya pun berlipat ganda, dimana setiap harinya ia berhasil mendapatkan keuntungan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk setiap harinya. Dari pendapatan tersebut, beberapa disisihkan untuk ditabung dan diberikan kepada orang tuanya di kampung halaman dengan alasan membantu meringankan beban orang tua. Enam tahun lebih menjajakan makanan jajanan pasar, ia berinisiatif membuka sebuah usaha sendiri di bidang kuliner. Di tahun tersebut ia pun mengundurkan diri dari dunia akademik untuk fokus menjalankan bisnisnya tersebut.

Bisnis kuliner tersebut dijalankan bersama seorang rekannya yang pernah menjadi karyawan Pizza Hut Pandanaran Semarang. Temannya tersebut bernama Edi Yosfianto yang berkarir di restoran pizza yang menjadi brand populer yang dikenal oleh seluruh elemen masyarakat. Semua orang tentu mengenal pizza hut bukan? Makanan asal Italia tersebut akhirnya menjadi inspirasi bisnis Chandra untuk membuka makanan serupa namun memiliki cita rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Racikan bumbu yang sangat istimewa buatan Edi memang tak kalah dengan produk pizza lainnya. Sementara itu, Chandra Ekajaya fokus pada manajemen dan membuat business plan untuk brand pizzanya tersebut. Brand pizza itu pun diberi nama Q Pizza sebagai harapan, nantinya bisnis tersebut mampu dikenal oleh banyak orang sebagai brand pizza yang sesuai dengan cita rasa dan lidah orang nusantara. Menjalankan bisnis tersebut selama hampir 9 tahun, kini ia telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Memang di tahun awal- awal berdiri ia tak mendapatkan keuntungan seperti saat ini. Namun berkat bisnisnya yang memusatkan pada strategi bisnis yang efektif, akhirnya Q Pizza menjadi satu-satunya pizza dengan cita rasa khas Indonesia.

Beberapa artis dan selebgram kerap berfoto memamerkan produk pizza dari Q Pizza tersebut ke beberapa media sosial. Alhasil produk-produknya pun mulai dikenal oleh publik dan kini semakin hari bisnis pizzanya pun semakin berkembang. Pada awal mulanya, ia hanya memiliki satu cabang, namun berkat berkembangnya bisnis tersebut Q Pizza berhasil membuka cabangnya hingga 10 cabang yang tersebar di berbagai provinsi. Selain kualitas produknya yang luar biasa dan harganya yang sangat ekonomis, Q Pizza menjadi satu-satunya produk yang diminati oleh para masyarakat hari ini. Untuk seloyang pizza berukuran 50 sentimeter, ia banderol dengan harga Rp 45 ribu hingga Rp 90 ribu. Variasi rasanya pun juga bermacam-macam, mulai dari rasa sayuran, daging sapi, domba, hingga jamur. Namun keunikan tersebut justru muncul ketika produknya berhasil dikombinasikan dengan aneka rempah yang menjadi komoditi utama orang Indonesia. Kini Q pizza telah mendunia dan semakin memberikan nilai positif pada potensi bisnis kuliner di tanah air. Ya, itulah kisah menarik mengenai bisnis yang diharapkan mampu memotivasi para generasi muda. Chandra Ekajaya adalah salah satu sosok pengusaha yang sangat kreatif dan mampu menjalankan bisnisnya dengan sangat elegan. Nah, barangkalai kamu yang selanjutnya! Yuk berwirausaha!

 

Dibalik Kesuksesan Chandra Ekajaya lewat Produk Q Pizza

Chandra Ekajaya

Bagi kalian yang ingin mewujudkan cita-cita dan impian besar maka seperti yang dikatakan oleh seorang filsuf asal Cina, Lao Tzu yang berujar bahwa perjalanan ribuan mil dimulai dengan sebuah langkah. Kata-kata masyhur tersebut mungkin yang melandasi bahwa Cina tumbuh berkembang menjadi negara adidaya. Dengan tumbuhnya negara tersebut menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi besar semakin mengenalkan eksistensi Cina di mata dunia global. Bisnis menjadi salah satu usaha yang mampu menaikkan harkat kehidupan manusia, dimana dengan upaya tersebut akan melahirkan pribadi yang mandiri dan bekerja keras. Kembali ke pepatah yang dinyatakan oleh Lao Tzu, maka quote tersebut pantas disematkan kepada seorang pengusaha muda yang sangat dikenal di kalangan entrepreneur hari ini.  Dengan tangan kreatifnya, ia pun berhasil mempopulerkan salah satu bisnis dengan produk yang sangat terkenal sampai hari ini, yaitu Q Pizza. Q Pizza merupakan salah satu produk kuliner khas Italia yang sengaja diracik sesuai dengan lidah orang Indonesia. Dan sosok inspiratif inilah yang berhasil meracik formula yang tepat, yaitu Chandra Ekajaya.

Baca selengkapnya: Dibalik Kesuksesan Chandra Ekajaya lewat Produk Q Pizza

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dikenal sebagai sosok yang sangat menginspirasi bagi tumbuhnya para bisnis generasi muda. Beberapa motivasi yang ia sampaikan di berbagai workshop dan kegiatan seminar pun kerap memicu motivasi para pengusaha muda di Indonesia. Sampai saat ini bisnisnya pun telah berhasil mendulang keuntungan yang sangat luar biasa. Jika sebelumnya Anda hanya mengenal Pizza Hut sebagai salah satu brand pizza paling legendaris di Indonesia, maka hari ini Q Pizza lah yang akan menemani Anda dalam menyantap seloyang pizza dengan rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Chandra Ekajaya atau yang kerap dipanggil dengan Chandra merupakan seorang mantan karyawan restoran Pizza Hut. Dari restoran tersebut ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa sekaligus membuatnya kreatif dalam menemukan sebuah model bisnis yang berkualitas. Chandra merupakan pengusaha pizza rumah yang tak kalah enaknya seperti halnya di restoran-restoran ternama. Selain mencoba mencari peluang bisnis dan peruntungan, usaha tersebut pun baru mendapatkan kesuksesannya di tahun yang kesembilan. Dengan menarik salah satu pegawai pizza berpengalaman yaitu Edi Yosfianto, ia pun menjalin kerjasama dengan membagi keuntungannya dengan model 50:50. Pilihan untuk membuka peluang bisnis ini pun dilandasi pula karena ia memiliki kemampuan untuk meracik sebuah resep pizza yang berkualitas. Selain itu pula ia juga penasaran, apakah pilihannya untuk usaha ini mampu meraih kesuksesan. Yang lebih mendorong dirinya membuka peluang bisnis ini adalah untuk bekal masa depan. Ia membuka usaha Q Pizza ini dengan dibantu oleh Edi Yosfianto yang memang sangat terampil membuat sebuah pizza yang sesuai dengan standar pizza.

Pizza yang dibuat oleh perusahaan Q Pizza pun dibuka pertama kali pada tahun 2008, dimana usahanya tersebut lambat laun menjadi bisnis yang sangat menguntungkan dan memberikan penghasilan yang luar biasa. Ayah satu anak ini pun juga sangat kreatif dalam melihat peluang bisnis, dimana beberapa pizza miliknya pun tak menggunakan konsep waralaba meskipun telah mendulang sukses. Hal tersebut dipikirkannya dengan model bisnis tersebut justru malah menghancurkan brand dari Q Pizza sendiri karena taka da quality control yang mengawasi kualitas produk pizza buatannya.

Dengan perhitungan finansial ia lakukan dengan sangat rinci, dimana tak menyangkut kebutuhan modal bisnis, namun juga untuk kehidupan sehari-harinya. Segala resiko pun diperhitungkan ketika awal beridi usaha ini berjala dengan dijual via media sosial. Tumbuhnya media sosial yang semakin subur dan mendapatkan perhatian dari generasi cyber pun akhirnya memberikan pencerahan bagi masa depan bisnis tersebut. Terbukti beberapa orang yang membeli produk tersebut berawal dari media sosial yang digunakannya. Dengan mulut ke mulut akhirnya produk Q Pizza yang mengeluarkan produknya dengan maksimal mampu menjaga nafas panjang akan bisnis pizza tersebut. Bisnis itupun bergerak dan berkembang sangat cepat, dimana pada akhirnya produk-produk ini pun digemari oleh masyarakat secara luas.

Ketertarikan akan bisnis ini pun membuat Chandra Ekajaya berjalan sesuai dengan rencana yang dibuatnya, dimana kini cabangnya pun telah dibuka di beberapa daerah dan kota-kota besar. Keuntungan dari bisnis ini pun semakin membuahkan hasil. Dengan kecerdikan bisnis yang dimiliki oleh Chandra dan keterampilan formula yang diracik oleh Edi Yosfianto, produk-produknya pun tak berjalan secara stagnan. Ia pun membuktikan diri dengan membuat berbagai macam produk-produk yang lebih variatif dan masih cocok untuk orang Indonesia. Campuran rempah dalam adonan menjadi tawaran menarik bagi produk tersebut, karena bumbu tersebut mampu menjadikan identitas bagi Q Pizza yang menawarkan pizza khas Italia dengan perpaduan khas Indonesia.

Baca Selengkapnya: Cerita Panjang Chandra Ekajaya Lejitkan Q Pizza

Kini pizza pun telah menjelma menjadi produk yang  sangat diperhitungkan dalam dunia bisnis kuliner Indonesia. Hal tersebut dikarenakan bisnis ini sangat produktif dalam mengeluarkan beraneka macam produk-produk barunya. Baru-baru ini Q Pizza pun baru saja mengeluarkan produk dengan varian rasa yang lebih baru dan moderen. Harga untuk setiap produknya pun sangat ekonomis, sehingga pizza racikan dari Q Pizza pun menjadi pilihan dari semua kalangan. Tak hanya dari golongan berduit, namun setiap elemen pun dapat menikmati akan kelezatan pizza.

Setiap harinya Q Pizza berhasil membuat sekitar 2000 loyang pizza dengan semua varian kepada para konsumen yang tersebar di Indonesia. Di samping itu, bagi daerah yang tidak memiliki cabang dari Q Pizza mereka pun dapat memesan pizza kemasan yang telah diracik khusus bagi konsumen yang tak dapat menjangkau produk tersebut. Melalui media sosial mereka langsung mentrasfer harga yang harus dibayar untuk seloyang pizza, sehingga menu favorit ini pun dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas. Setiap bulannya miliaran rupiah pun menjadi keuntungan yang selalu ia dapatkan dari bisnis pizza miliknya tersebut.

Meski telah sukses mendirikan bisnis pizza ini pun, Chandra Ekajaya pun berinisiatif untuk mendirikan sebuah sekolah bisnis yang ditujukan kepada para pengusaha muda di Indonesia. Inisiatif ini pun akhirnya terwujud ke dalam sebuah sekolah bisnis yang berhasil ia dirikan bernama Yuk Bisnis School, dimana ia telah memiliki anggota sekitar 200 murid. Dari sekolah tersebut, mereka akan dididik untuk menciptakan, mengembangkan, dan memanajemen sebuah produk bisnis yang menarik sekaligus menguntungkan. Selain sekolah, ia juga memiliki minat untuk membantu antar sesama, dimana lembaga tersebut berupa lembaga filantropis yang membuatnya menjadi seorang sosok yang peduli pada pendidikan dan sosial.

Ayah satu anak ini pun kini bukanlah hanya dikenal sebagai sosok yang sederhana yang memiliki bisnis raksasa. Namun, ia juga dikenal pula sebagai seorang filantropis yang memiliki kesederhanaan dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial yang berada di sekitarnya. Ya, itulah cerita menarik mengenai bisnis yang inspiratif. Nah, selanjutnya Anda mungkin akan mengikuti jejaknya. Mari berbisnis agar menjadi pribadi yang mandiri dan pekerja keras.