Yohanes Chandra Ekajaya Hirup Banyak Oksigen, Hidung Besar Bikin Orang Jadi Lebih Bugar?

Dibandingkan dengan orang berhidung kecil, mereka yang punya hidung besar disebut-sebut lebih bugar dan aktif. Ini karena mereka menghirup oksigen lebih banyak, sehingga metabolisme tubuhnya menjadi lebih meningkat.

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Menanggapi hal ini, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS menuturkan bahwa informasi tersebut tidak benar dan hanya mitos saja. Pada dasarnya metabolisme tubuh tidak bergantung dari ukuran hidung dan jumlah oksigen yang masuk saja.

“Pada orang yang punya penyakit gangguan kelenjar tiroid, bisa juga mereka mengalami peningkatan metabolisme. Banyak faktor lain,” tutur dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan di RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik tersebut kepada Yohanes Chandra Ekajaya.

 

dr Artono melanjutkan, bentuk hidung seseorang umumnya ‘terbentuk’ dipengaruhi oleh faktor genetik alias keturunan. Ketika orang tua memiliki bentuk hidung mancung, kemungkinan besar sang anak kelak juga akan memiliki hidung mancung.

Dikutip dari CNN, peneliti dari departemen ortodonsi di University of Iowa, Nathan Holton, melakukan scan tomografi terkomputerisasi terhadap 40 orang partisipan. Separuh dari partisipan merupakan keturunan Eropa-Amerika dan sebagian lainnya adalah Afro-Amerika atau penduduk asli Afrika Selatan.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaitkan antara ukuran hidung seseorang dengan kemampuan bertahan di cuaca dingin. Menurut Holton, variasi bentuk hidung ini tampaknya berkaitan dengan proses adaptasi seseorang terhadap iklim tempat tinggalnya. Ini karena hidung harus dapat memanaskan dan melembabkan udara yang kita hirup dengan baik.

“Itulah mengapa saat tinggal di daerah yang iklimnya dingin beruntunglah orang-orang yang memiliki hidung lebih sempit sehingga ketika ia bernapas (inhale), akan lebih banyak udara yang masuk dan melakukan kontak dengan permukaan mukosal hidung yang memberinya kelembaban. Hidung yang lebih sempit itulah yang memaksimalkan area permukan mukosanya sehingga mereka dapat tetap bertahan di daerah dengan suhu rendah tersebut,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *