Q Pizza Bisnis Renyah Kuliner Pizza Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya

Seorang pebisnis bernama Nolan Bushnell pernah berujar bahwa seorang pebisnis sejati harus mempunyai impian besar. Namun sebetulnya daripada hanya sekadar bermimpi, pengusaha sejati tersebut dibuktikan dengan cara besegera untuk bangkit dan mengambil tindakan. Dalam dunia bisnis, kerja keras menjadi salah satu tawaran yang sangat penting dilakukan agar Anda mampu meraih tujuan Anda. Bisnis seperti yang kita kenal tak hanya untung dan rugi. Namun, bisnis adalah usaha untuk mendapatkan sebuah tujuan dan cita-cita Anda mampu diperoleh dengan cara bijaksana. Ungkapan tersebut tepat diberikan kepada seorang pengusaha muda satu ini. Mengawali bisnis dari nol, kini ia dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Dialah Chandra Ekajaya, pebisnis muda yang sangat menginspirasi para masyarakat Indonesia untuk tidak gampang menyerah dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap usahanya.

Anak muda tersebut memang dikenal sebagai seorang tokoh sukses dalam dunia bisnis. Terbukti dengan salah satu brand kulinernya yang kini sangat populer di hati para konsumen menandakan bahwa pria kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut disebut-sebut sebagai next Bob Sadino. Hanya saja ia mengawalinya mulai dari nol dan lahir dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi. Ibunya yang merupakan buruh cuci dan ayahnya yang juga merupakan seorang buruh kebun apel tak menyurutkan langkahnya untuk berani memilih kesuksesan lewat jalur bisnis. Berbagai resiko yang selalu hadir dalam setiap usahanya pun selalu muncul di tengah perjalanan. Namun berkat kesabaran dan ketelatenannya, ia sukses menapaki jalan bisnis yang diimpikannya.

Baca Selengkapnya: Q Pizza Dapatkan Omzet Milyaran Rupiah

Berbeda dari anak-anak seumurannya, ketika kecil Chandra yang masih berusia 7 tahun sudah dididik untuk bekerja keras agar bisa terus sekolah. Ayah dan ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga pun dapat dikatakan sangat jarang mampu memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari biaya pendidikan hingga biaya bulanan yang selalu ditanggung oleh keluarga kecil tersebut. Pada akhirnya, bocah berusia 7 tahun tersebut harus mengorbankan dirinya untuk bekerja keras dengan menjadi seorang penata sayuran setiap menjelang pagi di pasar tradisional dekat rumahnya. Setiap jam 4 pagi ia telah bersiap untuk pergi ke pasar untuk menata barang dagangan ke lapak-lapak penjual. Setiap hari aktivitas tersebut tak pernah luput menjadi salah satu kewajibannya. Karena situasi dan tekanan yang memang menjadi masalahnya, ia pun rela untuk menjalani aktivitas tersebut setiap hari.

Tumbuh berkembang menjadi seorang remaja, semasa menjadi pelajar Sekolah Menengah Atas, ia pun pergi meninggalkan rumahnya untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja sebagai seorang petani apel milik pamannya. Pamannya yang dikenal baik hati dan tegas ini merupakan seorang guru sejati dalam perjalanan bisnisnya. Mulai dari menanam, menyuburkan tanah, hingga memanen menjadi tugasnya ketika berada di lahan perkebunan apel milik pamannya tersebut. Pada tahun kedua, ia pun menjadi seorang mandor untuk perkebunan apel pamannya karena kedisiplinan dan kerja kerasnya membuatnya dipercaya oleh pamannya. Selepas merampungkan diri di Sekolah Menengah Atas, ia pun berencana untuk melanjutkan studinya di bangku kuliah. Pada saat itu, Semarang menjadi kota tujuannya karena disana ia mendapatkan sosiokultur mirip dengan Jawa Timur. Kota industri tersebut menjadi proses pendewasaannya sehingga ia menjadi seorang pengusaha seperti sekarang.

Sesampainya di kota tersebut, semangat untuk meraih gelar sarjananya pun luntur karena kesibukan bisnisnya yang lumayan memberikan jam terbang yang cukup tinggi. Di kota tersebut ia mencukup hidupnya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki usaha sampingan berupa jajanan pasar. Dengan modal reseller, ia pun mengambil makanan tersebut kepada ibu-ibu rumah tangga yang membuat kue dan makanan kemudian ia distribusikan ke beberapa tempat yang potensial untuk meraih keuntungan yang besar.

Baca selengkapnya: berikut kisah pilu yang berakhir bahagia ketika chandra ekajaya sukseskan bisnis q pizza

Beberapa tempat perbelanjaan seperti minimarket, toko kelontong, hingga kantin kampus pun disambanginya untuk menngenalkan produk-produk jajanan pasar yang ia jual. Dari usaha tersebut, keuntungannya pun berlipat ganda, dimana setiap harinya ia berhasil mendapatkan keuntungan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk setiap harinya. Dari pendapatan tersebut, beberapa disisihkan untuk ditabung dan diberikan kepada orang tuanya di kampung halaman dengan alasan membantu meringankan beban orang tua. Enam tahun lebih menjajakan makanan jajanan pasar, ia berinisiatif membuka sebuah usaha sendiri di bidang kuliner. Di tahun tersebut ia pun mengundurkan diri dari dunia akademik untuk fokus menjalankan bisnisnya tersebut.

Bisnis kuliner tersebut dijalankan bersama seorang rekannya yang pernah menjadi karyawan Pizza Hut Pandanaran Semarang. Temannya tersebut bernama Edi Yosfianto yang berkarir di restoran pizza yang menjadi brand populer yang dikenal oleh seluruh elemen masyarakat. Semua orang tentu mengenal pizza hut bukan? Makanan asal Italia tersebut akhirnya menjadi inspirasi bisnis Chandra untuk membuka makanan serupa namun memiliki cita rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Racikan bumbu yang sangat istimewa buatan Edi memang tak kalah dengan produk pizza lainnya. Sementara itu, Chandra Ekajaya fokus pada manajemen dan membuat business plan untuk brand pizzanya tersebut. Brand pizza itu pun diberi nama Q Pizza sebagai harapan, nantinya bisnis tersebut mampu dikenal oleh banyak orang sebagai brand pizza yang sesuai dengan cita rasa dan lidah orang nusantara. Menjalankan bisnis tersebut selama hampir 9 tahun, kini ia telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Memang di tahun awal- awal berdiri ia tak mendapatkan keuntungan seperti saat ini. Namun berkat bisnisnya yang memusatkan pada strategi bisnis yang efektif, akhirnya Q Pizza menjadi satu-satunya pizza dengan cita rasa khas Indonesia.

Beberapa artis dan selebgram kerap berfoto memamerkan produk pizza dari Q Pizza tersebut ke beberapa media sosial. Alhasil produk-produknya pun mulai dikenal oleh publik dan kini semakin hari bisnis pizzanya pun semakin berkembang. Pada awal mulanya, ia hanya memiliki satu cabang, namun berkat berkembangnya bisnis tersebut Q Pizza berhasil membuka cabangnya hingga 10 cabang yang tersebar di berbagai provinsi. Selain kualitas produknya yang luar biasa dan harganya yang sangat ekonomis, Q Pizza menjadi satu-satunya produk yang diminati oleh para masyarakat hari ini. Untuk seloyang pizza berukuran 50 sentimeter, ia banderol dengan harga Rp 45 ribu hingga Rp 90 ribu. Variasi rasanya pun juga bermacam-macam, mulai dari rasa sayuran, daging sapi, domba, hingga jamur. Namun keunikan tersebut justru muncul ketika produknya berhasil dikombinasikan dengan aneka rempah yang menjadi komoditi utama orang Indonesia. Kini Q pizza telah mendunia dan semakin memberikan nilai positif pada potensi bisnis kuliner di tanah air. Ya, itulah kisah menarik mengenai bisnis yang diharapkan mampu memotivasi para generasi muda. Chandra Ekajaya adalah salah satu sosok pengusaha yang sangat kreatif dan mampu menjalankan bisnisnya dengan sangat elegan. Nah, barangkalai kamu yang selanjutnya! Yuk berwirausaha!