Yohanes Chandra Ekajaya Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Keripik Nangka

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya merintis sebuah bisnis dengan modal sedikit, namun hal tersebut tak membuatnya pun meraih omzet yang kecil pula. Kondisi tersebut yang dialami oleh Yohanes Chandra Ekajaya yang saat ini sukses menjadi pengusaha keripik buah nangka yang saat ini telah meraup omzet puluhan juta rupiah. Meski awalnya hanya menggunakan modal usaha sekitar Rp 600 ribu, ia cukup membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk mendatangkan omzet yang maksimal.

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya yang baru saja merintis bisnis tersebut selama tiga bula, ini mengaku bahwa awalnya lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini mengaku bahwa awalnya ia memposting foto keripik buah tersebut ke berbagai media sosial. Saat terjun dalam bisnis camilan buah, Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa pada mulanya ia fokus memproduksi buah nangka. Namun, seiring dengan keuntungan dan permintaan konsumen yang besar, ia pun kemudian menambahkan varian produk baru seperti keripik rambutan, pisang, dan sebagainya.

 

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ketika memulai bisnisnya tersebut, ia juga tentu menemu berbagai macam kendala. Kendala utama yang ia hadapi adalah ketersediaan bahan baku yang dapat dikatakan musiman. Untuk menyiasati ketersediaan bahan baku di musim tertentu, Yohanes Chandra Ekajaya biasanya membeli berbagai macam bahan baku sebanyak-banyaknya pada saat musim panen raya dan segera memproduksinya menjadi keripik buah. Dari proses tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya menyimpannya beberapa bulan ke depan hingga bertemu dengan musim panen lagi.

 

Dipasarkan dengan kisaran harga Rp 15 ribu per bungkus, namun produk tersebut belum termasuk ongkos kirim, dimana saat ini kapasitas produksi keripik buahnya tersebut mencapa 60 ribu hingga 80 ribu untuk tiap bulannya. Minat pasar yang begitu besar terhadap bisnis keripik buah OMEL, mendorong Yohanes Chandra Ekajaya untuk terus berinovasi dan rencananya akan membuka berbagai macam cabang atau mitra bisnis di kota atau kabupaten seluruh Indonesia. Dengan kunci sukses 3AS, yang ia miliki yaitu kerja keras dan semangat berbisnis.

 

Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan terus mengembangkan bisnisnya tersebut baik secara kualitas produk, layanan, dan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Yohanes Chandra Ekajaya Hiasan Unik itu Terrarium

terrarium pengusaha yohanes chandra ekajaya

Hiasan Unik J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Terarium adalah media atau wadah yang terbuat dari kaca atau plastik transparan berisi tanaman, yang diperuntukkan bagi beragam kebutuhan, seperti penelitian, bercocok tanam maupun dekorasi. Dapat dikatakan bahwa terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam.

Terarium dapat menampilkan taman miniatur dalam media kaca. Menurut pakar Botani Indonesia Yohanes Chandra Ekajaya Terarium dapat mensimulasikan kondisi di alam yang sebenarnya dalam media kaca tersebut. Misalnya terarim dapat mensimulasikan ekosistem gurun, ekosistem padang pasir, ekosistem hutan hujan tropis, dll. Pertama kali terarium diperkenalkan di Inggris. Diawali dengan rumah kaca mini di Kerajaan Inggris dan kaum bangsawan kemudian terarium menjadi terkenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Dapat dikatakan, terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Selain itu, Terarium mampu menghadirkan nilai artistik tersendiri dalam botol kaca, yang tidak dapat ditemui pada tanaman yang sekadar diletakkan pada rak susun, dalam pot atau bahkan taman yang luas.

terrarium pengusaha yohanes chandra ekajaya

Apa fungsi dari terrarium?

Terarium juga sebagai alternatif kemudahan bagi media penelitian sekaligus pelestarian tanaman, membuat penghijauan di ruang tidur, ruang makan, atau kamar mandi. Kehadiran terarium dalam ruangan atau taman, baik di rumah, perkantoran, maupun di galeri memberikan cita warna dan suasana yang sensasional. Seolah kita memandang bola dunia yang di dalamnya terdapat alam tumbuh-tumbuhan yang subur dan indah.

Mereka yang tinggal di apartemen dan tidak punya lahan besar, atau terlalu sibuk dan tidak sempat berkebun tapi tetap ingin melakukan penghijauan dan memiliki taman, bisa memilih terarium kata Yohanes Chandra Ekajaya. Terarium pun bisa mempercantik rumah yang besar, misalnya diletakkan di atas meja ruang keluarga. Terarium menciptakan seni miniatur taman dalam kaca, menciptakan seni berkebun tanaman hias bergaya minimalis, menyegarkan ruangan sehingga udara menjadi lebih segar, alternatif dekorasi dalam ruang dan alternatif membuat taman ataupun penghijauan di lahan terbatas.

Saat ini terarium banyak digunakan sebagai penghias ruangan, karena dipercayai mampu menyerap polusi dari asap rokok, kloroform, benzene, formaldehida, xylene dan trichloro etelen. Polutan tersebutlah yang dapat mengakibatkan Sick Building Syndrome. K dalam kaca ini merupakan tanaman anti radiasi, mengurangi jumlah gas polutan di udara kerena digunakan dalam metabolisme sel, menyerap radiasi alat-alat elektronik seperti TV, monitor, HP, dan lainnya.

“Terrarium mempunyai banyak fungsi mampu menyerap polusi dari asap rokok, kloroform, benzene, formaldehida, xylene dan trichloro etelen. Polutan tersebutlah yang dapat mengakibatkan Sick Building Syndrome. K dalam kaca ini merupakan tanaman anti radiasi, mengurangi jumlah gas polutan di udara kerena digunakan dalam metabolisme sel, menyerap radiasi alat-alat elektronik seperti TV, monitor, HP, dan lainnya.” Kata Yohanes Chandra Ekajaya

Terarium tidak terlalu banyak memerlukan pupuk, karena pupuk dapat membuat tanaman cepat besar. Pupuk yang diaplikasikan adalah pupuk lambat urai (berbentuk butiran) atau pun pupuk cair.

Meskipun diletakkan di dalam ruangan, terarium juga membutuhkan cahaya matahari langsung. Oleh karena itu, terarium perlu diletakkan di luar ruangan seminggu sekali.