Limbah Ban Menjadi Aset Bisnis Menguntungkan Yang BerOmset Puluhan Juta

Indonesia negara yang masih dicap sebagai Negara berkembang, Memang!! Negara indah yang penuh lakaliku, cerai berai, adu domba, oke mari kita tinggalkan dan lupakan itu semua. Namun Negara ini penuh orang orang yang kreatif, penuh tantangan, pantang menyerah, sosok ini ada pada pemuda berumur 25 tahun Iyananto. Pemuda kelahiran Surabaya ini menjadi seorang pengusaha Limbah Ban. Bisnis yang memanfaatkan limbah ban yang sudah tidak terpakai, bisnis yang kelihatannya sepele tapi dibalik itu semua ada asset yang tinggi. Bayangkan di Negara Indonesia banyak selaki kendaraan bermotor, motor, mobil dan lain sebagainya. limbah ban biasanya dipakai untuk vulkanisir tetapi ada juga ban yang sudah tidak layak untuk di vulkanisir.

Dok.Limbah ban chandra ekajayaLimbah ban yang sudah tidak bisa di vulkanisir ini yang dimanfaatkan oleh Iyung sapaan akrab Iyananto, dia memanfaatkan pinggiran ban kemudian dihaluskan dengan mesin pencacah dan jadilah serbuk ban, bisnisnya lancar karena limbah ban sangat mudah ditemukan, contohnya di toko yang menjual ban, tambal ban, dan perusahaan transportasi, dan sebagainya. setelah limbah ban di haluskan menjadi serbuk ada nilai jual tinggi dibalik semua itu. Berkisar harga antara 5000 sampai 6000 ribu rupiah perkilo gram.  Harga tersebut dilihat dari tingkat kehalusan serbuk ban gilingan. Pasar untuk menjual serbuk ban tersebut tidak main main, industri besar adalah pasarnya. Industry sepatu yang membuat alas karet sepatunya menggunakan serbuk ini, pembuat karpet agar karpetnya tidak licin alasnya dikasih serbuk karet ini. Pengelola lapangan futsal agar lapangan menggunakan rumput sintetis maka dikasih serbuk ban ini agar para pemain tidak terpeleset.

Iyung biasanya bisa mengumpulkan sampai 30 ton serbuk karet, sebuk karet ini banyak dicari karena karet murni sangatlah mahal harganya bisa berharga 35 ribu rupiah per kilonya. produk Limbah  ban ini menjadi alternative bagi industry yang membutuhkan bahan baku serbuk karet untuk produksinya. Meningkatnya harga karet murni menjadikan bisnis serbuk karet dari limbah ban semakin diminati. Omzet iyung bisa meraup omzet 30 juta rupiah setiap bulannya. Dengan kerja kerasnya dia mendapatkan apa yang dia impikan selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *