Chandra Ekajaya Babar Cerita Jaka Tarub Dan Nawang Wulan

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya mencoba mengingatkan para penduduk Indonesia supaya dapat meneladani kisah para leluhur. Misalnya saja kisah Jaka Tarub dan Nawang Wulan. Banyak orang yang salah mengartikan bahwa kisah ini lebih menjurus kepada penipuan dan perbuatan yang mesum. Ini adalah salah kaprah yang luar biasa.

Pengusaha muda nan sukses ini menggaris bawahi bahwa kejadian Jaka Tarub dan Nawang Wulan ini terjadi di era Majapahit menjelang akhir. Tepatnya pada masa Brawijaya ke-6. Sebuah imperium maha besar, yaitu Majapahit sedang mempersiapkan putra mahkotanya menjalani tapa lana ke dalam hutan selama beberapa tahun tanpa ditemani seorang pun manusia.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya kelahiran Malang, Jawa Timur yang akrab dipanggil Ki Sambarlangit ini menjelaskan bahwa putra mahkota yang dijuluki Jaka Tarub ini mempunyai kesungguhan tekad yang luar biasa. Sehingga saat bertapa aura dan pesonanya memancar sampai kahyangan para Hapsara dan Hapsari. Salah satu Hapsari pun sangat tertarik dengan pesona putra mahkota itu.

Akhirnya Hapsari yang kemudian dijuluki Nawang Wulan itu pun mengajak teman-temannya untuk turun ke bumi dan mandi di sebuah sungai. Saat itu Jaka Tarub akhirnya tergoda dengan paras cantik Nawang Wulan, dan para Hapsari itu pun memainkan drama dengan seolah-olah selendangnya hilang dan tidak bisa terbang.

Pemilik distro You And Me ini mengatakan bahwa sebenarnya tanpa selendang pun ia bisa terbang. Tetapi karena ingin bertemu dengan lelaki yang mempesona dirinya, maka ia pun rela memainkan sandiwara itu. Tetapi karena perbedaan entitas, maka oleh ayahanda, Nawang Wulan pun disuruh kembali. Karena jika tidak maka bumi atau arcapada akan hancur terkena gelombang kedewataannya. Maka ia pun kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *