Hobi Yohanes Chandra Ekajaya mengoleksi Kris Pusaka

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya adalah seorang pengusaha muda yang memiliki restaurant Q Pizza kini mulai mengoleksi beberapa kris pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan magis di dalamnya. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini mulai mengoleksi kris dari beberapa temannya yang selalu minta petunjuk setiap hari kepadanya.

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Ki Sambarlangit adalah sapaan akrab Yohanes Chandra Ekajaya saat bersama teman- temannya dan juga beberapa klientnya, meskipun memiliki bisnis di dunia fashion, kuliner dan berbagai macam jasa tak membuat pria berumur 30 tahun ini bosan dengan hobi di dunia spiritual.

 

Mengoleksi kris pusaka merupakan hobi yang sangat digemari Ki Sambarlangit atau Yohanes Chandra Ekajaya dalam kesehariannya setelah lelah melakukan pekerjaan di dunia kuliner, fashion dan jasa.

Yohanes Chandra Ekajaya Hirup Banyak Oksigen, Hidung Besar Bikin Orang Jadi Lebih Bugar?

Yohanes Chandra Ekajaya

Dibandingkan dengan orang berhidung kecil, mereka yang punya hidung besar disebut-sebut lebih bugar dan aktif. Ini karena mereka menghirup oksigen lebih banyak, sehingga metabolisme tubuhnya menjadi lebih meningkat.

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Menanggapi hal ini, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS menuturkan bahwa informasi tersebut tidak benar dan hanya mitos saja. Pada dasarnya metabolisme tubuh tidak bergantung dari ukuran hidung dan jumlah oksigen yang masuk saja.

“Pada orang yang punya penyakit gangguan kelenjar tiroid, bisa juga mereka mengalami peningkatan metabolisme. Banyak faktor lain,” tutur dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan di RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik tersebut kepada Yohanes Chandra Ekajaya.

 

dr Artono melanjutkan, bentuk hidung seseorang umumnya ‘terbentuk’ dipengaruhi oleh faktor genetik alias keturunan. Ketika orang tua memiliki bentuk hidung mancung, kemungkinan besar sang anak kelak juga akan memiliki hidung mancung.

Dikutip dari CNN, peneliti dari departemen ortodonsi di University of Iowa, Nathan Holton, melakukan scan tomografi terkomputerisasi terhadap 40 orang partisipan. Separuh dari partisipan merupakan keturunan Eropa-Amerika dan sebagian lainnya adalah Afro-Amerika atau penduduk asli Afrika Selatan.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaitkan antara ukuran hidung seseorang dengan kemampuan bertahan di cuaca dingin. Menurut Holton, variasi bentuk hidung ini tampaknya berkaitan dengan proses adaptasi seseorang terhadap iklim tempat tinggalnya. Ini karena hidung harus dapat memanaskan dan melembabkan udara yang kita hirup dengan baik.

“Itulah mengapa saat tinggal di daerah yang iklimnya dingin beruntunglah orang-orang yang memiliki hidung lebih sempit sehingga ketika ia bernapas (inhale), akan lebih banyak udara yang masuk dan melakukan kontak dengan permukaan mukosal hidung yang memberinya kelembaban. Hidung yang lebih sempit itulah yang memaksimalkan area permukan mukosanya sehingga mereka dapat tetap bertahan di daerah dengan suhu rendah tersebut,” lanjutnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Raup Untung dari Tofu Bakso

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai salah satu bakos yang memperkenalkan bakos dalam konsep menu berkelas tersebut yang diberi nama Tofu Bakso. Bisnis masakan asal Malang Jawa Timur ini memang telah mempunyai banyak gerai yang kini terus berkembang dengan pendapatan yang mencapai ratusan juta rupiah.

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Memang pengelola Tofu Bakso saat ini merupakan generasi kedua dari pendirinya. Pendiri bakso terebut adalah ayah dari Yohanes Chandra Ekajaya. Saat ini bakos yang berdiri sejak tahun 1983 ini dikelola oleh Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan anak tunggal dari kedua orang tuanya tersebut.

 

Di tangan Yohanes Chandra Ekajaya, Tofu Bakso memang semakin berkembang dan tumbuh dengan pesat. Dengan membawa bendera Tofu Bakso, ia terus melakukan ekspansi usaha dengan membuka bermacam gerai di beberap mall, supermarket, serta memiliki warung yang hadir di berbagai macam kota-kota besar di Indonesia.

 

Diracik dengan bahan tanpa pengawet, Tofu Bakso juga mempunyai kelebihan pada bumbu khas yang memiliki cita rasa yang sedap dan sudah ada sejak pertama kali gerai tersebut berdiri di Malang, jawa Timur hingga sampai saat ini. Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, bakos tersebut telah memiliki cita rasa yang uni dan berbeda dengan produk bakso lainnya.

 

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa kesuksesan membuka produk tersebut terletak pada kemitraan usaha. Sejak dibuka kemitraan, kini Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil mempunyai sekitar 32 gerai yang tersebar di beberapa kota besar dan daerah seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Palembang, Makassar, dan sebagainya.

 

Dengan dibanderol per porsi sekitar Rp 23 ribu hingga Rp 34 ribu, pihak pusat menargetkan para mitra bisnisnya tersebu mampu menjual sekitar 200 porsi hingga 400 porsi untuk setiap harinya. Jika demikian omzet yang amampu diperoleh pun cukup besar. Dengan laba bersih sekitar 20% hingga  25%, Yohanes Chandra Ekajaya akan mampu engembalikan modalnya antara setahun hingga dua tahun. Meski sudah memiliki sekitar puluhan omzet, Yohanes Chandra Ekajaya masih saja terus melakukan pengembangan produk dan membesarkan brand agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat secara luas. Pada akhir tahun 2016 lalu, Yohanes Chandra Ekajaya mengaku menargetkan sekitar 12 kemitraan lagi. Menurutnya kesuksesan didapatkan dari adanya kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk mencapai sukses.

Yohanes Chandra Ekajaya Rambut Model Bob Warnanya Abu-abu Kehjauan

Yohanes Chandra Ekajaya

Potongan rambut model bob tengah diminati kaum hawa di Makassar pada awal tahun Ini. Tren gaya rambut Ini sempat populer beberapa tahun silam balikan tahun 1960-an. “Secara umum tren rambut 2017 kami belum bisa memprediksi seperti apa. Hanya saja pada di awal tahun faktanya ada beberapa pelanggan datang ke salon dan request model rambut bob.’ kata Yohanes Chandra Ekajaya, stylish rambut Ekstra Salon di Makassar.

 

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Menurutnya, model rambut bob memiliki ciri khas. Potongannya membentuk simetris dengan atau tanpa poni dan ditambah layer pada bagian kanan dan kiri yang mempunyai panjang sama.

 

Jadi bagian belakang agak pendek, sisi kiri dan kanan lebih panjang sama ukurannya. Bagaimana dengan tren model rambut pria? Menurut Ami, asih didominasi potongan ala Korea. Mulai anak muda hingga usia 30 tahunan banyak meminati potongan rambut Jenis ini kata Yohanes Chandra Ekajaya.

 

Sedangkan, untuk pilihan warna cat rambut yang bakal tren 2017. kata Yohanes Chandra Ekajaya, didominasi abu-abu kehijauan. Beda dari tahun lalu yang cenderung gold, merah, dan cokelat

 

‘Warna dasarnya cokelat kemudian dipadukan abu-abu. Setelah lama akan luntur menjadi warna kehijauan.” Jelasnya. Untuk pewarnaan rambut, durasi waktunya sekitar dua Jam. Sekitar 45 menit pertama dicat warna dasar dilanjutkan highlight.

 

Kemudian dipadukan dalam warna lain sesuai keinginan. Biayanya mulai Rp 219 ribu. Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan pengecatan rambut disukai anak muda berusia 20 tahun hingga orang tua berumur 40 tahunan.

 

Tapi bedanya cat rambut orang tua mayoritas hitam pekat untuk menutup uban. Dari ragam layanan dl salon Ini seperti keriting standar, manieure. keriting variasi, padlcure. creambath greentea, masker rambut, hair extension, pewarnaan rambut ini paling banyak peminatnya.

 

Memang tren lama seperti ini biasanya akan sempat hilang dari peredaran selama beberapa tahun dan akan kembali muncul beberapa tahun kemudian, sama hal nya dengan model potong rambut bob ini, walau keliatannya ini bukanlah model potongan rambut gaya baru akan tetapi tetap diminati bahkan sedang booming saat ini di beberapa kalangan wanita di kota-kota besar sehingga secara tidak langsung akan memberikan keuntungan yang lebih bagi para hair stylish seperti Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Keripik Nangka

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya merintis sebuah bisnis dengan modal sedikit, namun hal tersebut tak membuatnya pun meraih omzet yang kecil pula. Kondisi tersebut yang dialami oleh Yohanes Chandra Ekajaya yang saat ini sukses menjadi pengusaha keripik buah nangka yang saat ini telah meraup omzet puluhan juta rupiah. Meski awalnya hanya menggunakan modal usaha sekitar Rp 600 ribu, ia cukup membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk mendatangkan omzet yang maksimal.

Yohanes Chandra Ekajaya
Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya yang baru saja merintis bisnis tersebut selama tiga bula, ini mengaku bahwa awalnya lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini mengaku bahwa awalnya ia memposting foto keripik buah tersebut ke berbagai media sosial. Saat terjun dalam bisnis camilan buah, Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa pada mulanya ia fokus memproduksi buah nangka. Namun, seiring dengan keuntungan dan permintaan konsumen yang besar, ia pun kemudian menambahkan varian produk baru seperti keripik rambutan, pisang, dan sebagainya.

 

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ketika memulai bisnisnya tersebut, ia juga tentu menemu berbagai macam kendala. Kendala utama yang ia hadapi adalah ketersediaan bahan baku yang dapat dikatakan musiman. Untuk menyiasati ketersediaan bahan baku di musim tertentu, Yohanes Chandra Ekajaya biasanya membeli berbagai macam bahan baku sebanyak-banyaknya pada saat musim panen raya dan segera memproduksinya menjadi keripik buah. Dari proses tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya menyimpannya beberapa bulan ke depan hingga bertemu dengan musim panen lagi.

 

Dipasarkan dengan kisaran harga Rp 15 ribu per bungkus, namun produk tersebut belum termasuk ongkos kirim, dimana saat ini kapasitas produksi keripik buahnya tersebut mencapa 60 ribu hingga 80 ribu untuk tiap bulannya. Minat pasar yang begitu besar terhadap bisnis keripik buah OMEL, mendorong Yohanes Chandra Ekajaya untuk terus berinovasi dan rencananya akan membuka berbagai macam cabang atau mitra bisnis di kota atau kabupaten seluruh Indonesia. Dengan kunci sukses 3AS, yang ia miliki yaitu kerja keras dan semangat berbisnis.

 

Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan terus mengembangkan bisnisnya tersebut baik secara kualitas produk, layanan, dan strategi pemasaran yang lebih efektif.